Profil Komoditas Ikan Bandeng

Bandeng (Chanos chanos sp) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang memiliki rasa yang spesifik dan telah dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri.  Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae. Dalam bahasa Bugis dan Makassar dikenal sebagai ikan bolu dan dalam bahasa Inggris, milkfish. Bandeng pada beberapa provinsi, terutama di Pulau Jawa, menjadi komoditas unggulan dan olahannya pun menjadi makanan khas provinsi. Seperti Banten, provinsi ini terkenal dengan produk sate bandengnya yang sangat khas, di Jawa Tengah terutama wilayah Semarang terkenal dengan bandeng presto dan di Jawa Timur terutama wilayah Sidoarjo banyak memproduksi bandeng cabut duri.

Di beberapa provinsi yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat, bandeng dibudidayakan dengan sistem budidaya tambak dan budidaya laut. Budidaya bandeng di tambak ataupun dalam keramba jaring apung di laut relatif tidak mudah dibanding budidaya budidaya air tawar. Modal untuk melakukan budidaya-nya pun sangat besar. Namun ini sebanding dengan hasil yang didapat para pembudidayanya. Sebagian besar para pembudidaya bandeng yang umumnya dibudidayakan di tambak jika dilakukan dengan teknik budidaya yang baik dan benar, akan memberikan hasil yang sangat menguntungkan.

PERKEMBANGAN PRODUKSI

Produksi bandeng hampir dapat dijumpai di seluruh provinsi di Indonesia. Pembudidayaan bandeng, utamanya banyak diproduksi di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Jawa Barat,Jawa Tengah dan Banten. Total produksi bandeng pada tahun 2014 mencapai 631.125 ton atau 14,74 persen dari total keseluruhan produksi ikan budidaya. 

 

Sumber: Statistik Budidaya, DJ PB - KKP

Berdasarkan tabel diatas menunjukan bahwa produksi ikan bandeng relatif meningkat setiap tahunnya,  kenaikan produksinya dari tahun 2010 hingga 2014 terlihat signikan dengan kenaikan rata-rata 10,84 persen. Sementara itu, produksi bandeng tahun 2015 ditargetkan dapat mencapai 1,2 juta ton. 

Sumber: Statistik Budidaya, DJ PB - KKP

DISTRIBUSI & PEMASARAN IKAN BANDENG

Hasil kajian pemasaran bandeng di Kabupaten Indramayu menunjukkan bahwa distribusi dan pemasaran ikan bandeng bersifat lintas provinsi atau yang ditujukan ke pasar nasional dan regional.  Hal ini karena ikan bandeng dari daerah ini banyak yang dipasarkan ke Jakarta, selain untuk wilayah Kabupaten Indramayu dan kabupaten lain yang ada di Jawa Barat. Lembaga yang terlibat dalam pemasaran ikan bandeng dari Kabupaten Indramayu ke pasar DKI Jakarta terdiri dari pembudidaya bandeng sebagai produsen, pedagang pengumpul lokal, pedagang pengumpul besar, pedagang grosir, dan pedagang pengecer.  Ikan bandeng dari daerah ini juga tidak hanya dijual segar, tetapi ada juga yang dijual ke pengolahan bandeng tanpa duri dan dijual kepada pemilik katering. Ikan bandeng yang berasal dari Indramayu maupun daerah lainnya dari Pasar Ikan Muara Baru didistribusikan ke berbagai daerah yang ada di Jabodetabek seperti ke Bekasi, Bogor, Cikarang dan Ciputat. Saluran Pemasaran Ikan Bandeng di Kabupaten Indramayu dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

 

Sementara itu, hasil kajian saluran pemasaran di Kabupaten Serang menunjukkan bahwa lembaga pemasaran Ikan bandeng yang terlibat dalam pemasaran lokal terdiri dari pembudidaya, pedagang pengumpul lokal dan pedagang pengecer lokal. Ikan bandeng dari daerah ini juga sebenarnya banyak yang dipasok ke daerah lain, termasuk ke Pasar Ikan Muara Baru di DKI Jakarta.  Saluran pemasaran ikan bandeng di Kab Sreang dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Berdasarkan Informasi data harga yang dikumpulkan oleh Petugas Informasi Pasar Kabupaten/Kota - Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, harga rata-rata Ikan bandeng di tingkat eceran/ konsumen pada tahun 2015 berkisar antara Rp24.000 - Rp26.000/kg.

Sumber: Petugas Informasi Pasar Kab/Kota Tahun 2015 - Dit. Pemasaran Dalam Negeri - KKP

SERAPAN PASAR IKAN BANDENG

Berdasarkan data Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional) - BPS tahun 2014 (diolah oleh Direktorat Pemasaran Dalam Negeri), tingkat konsumsi bandeng nasional rata-rata sebesar 1,40 kg/kapita di mana serapan pasar di tingkat rumah tangga sebesar 352.718 ton. Dari total serapan pasar rumah tangga untuk ikan bandeng, serapan pasar tertinggi secara berurutan ditempati oleh Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 74.839,75 ton (22%), Provinsi Jawa tengah sebesar 50.916,96 ton (15%), Provinsi Jawa Barat sebesar 46.457,58 ton (13%), Provinsi Jawa Timur sebesar  39.643,29 ton (12%) dan Banten sebesar 27.523,63 ton (8%). Secara umum, serapan pasar untuk Ikan bandeng di 5 (lima) Provinsi di atas mencapai 70% dari total serapan nasional Ikan bandeng.  

Sumber: SUSENAS - BPS diolah oleh Ditjen P2HP - KKP

KANDUNGAN GIZI & MANFAAT

Komposisi gizi per 100 gram daging ikan bandeng adalah energi 129 kkal, protein 20 gr, lemak 4,8 gr, kalsium 20 mg, fosfor 150 mg, besi 2 mg, vitamin A150 SI dan vitamin B1 0.05 mg. Protein bandeng cukup tinggi, sehingga kondisi ini menjadikan ikan bandeng sangat mudah dicerna dan baik di konsumsi oleh semua usia untuk mencukupi kebutuhan protein tubuh, menjaga dan memelihara kesehatan serta mencegah penyakit akibat kekurangan zat gizi. Ikan bandeng juga mengandung asam lemak omega-3, dimana asam lemak ini bermanfaat mencegah terjadinya penggumpalan keping-keping darah sehingga mengurnagi terkena arteriosclerosis dan mencegah jantung koroner. Asam lemak ini juga bersifat hipokolesterolemik yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah, mampu meningkatkan daya tahan tubuh serta berperan dalam pertumbuhan otak. 

 

- Sa'dilah Fauzi -

* dari berbagai sumber

Tanggal Kegiatan: 
Rabu, 2 Maret, 2016 - 04:00
escort bursa görükle escort
bursa escort görükle escort
bursa bayan escort bayan escort bursa bursa vip eskort escort bayan bursa bursa elit escort elit escort elit bayan escort alanya escort bayan antalya escort bodrum escort
kaçak iddaa siteleri canlı bahis siteleri canlı bahis oyna bedava bonus veren siteler canlı casino oyna